STRATEGI PEMASARAN SYARIAH
Integrasi Nilai-nilai Maqasid Al-Syariah Dalam Perbankan Syariah Modern

Penulis: Dr. TENTIYO SUHARTO, M.H.,dkk
ISBN: 978-623-0000-00-0
Hal: x + 366
Ketebalan: 1,9 cm
Stok: Kosong
Sipnosis:
Ekonomi syariah dalam perspektif behavioral Islamic economics memandang bahwa perilaku ekonomi manusia tidak hanya dipengaruhi oleh rasionalitas material sebagaimana diasumsikan dalam ekonomi neoklasik, tetapi juga oleh nilai moral, norma agama, emosi, kebiasaan sosial, serta kesadaran spiritual yang berakar pada ajaran Islam (Al-Qur’an dan Hadis). Pendekatan ini menempatkan manusia (homo Islamicus) sebagai makhluk rasional terbatas (bounded rationality) yang keputusannya dibentuk oleh keimanan (iman), etika (akhlaq), dan tujuan hidup yang tidak semata-mata mengejar utilitas duniawi, melainkan juga kemaslahatan dan keberkahan. Dalam konteks ini, prinsip-prinsip syariah seperti larangan riba, gharar, dan maysir dipahami bukan sekadar aturan hukum, melainkan sebagai instrumen pembentuk perilaku ekonomi yang adil, moderat, dan bertanggung jawab secara sosial, sehingga mendorong keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan publik (Chapra, 2025).
Dalam behavioral Islamic economics, konsep maqashid al-shariah berperan sebagai kerangka normatif utama yang memengaruhi preferensi dan pilihan ekonomi individu maupun institusi. Perlindungan terhadap agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-‘aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-maal) tidak hanya menjadi tujuan akhir sistem ekonomi syariah, tetapi juga menjadi faktor psikologis dan moral yang memengaruhi cara individu memandang risiko, keuntungan, konsumsi, dan investasi. Misalnya, kecenderungan untuk menghindari transaksi spekulatif dan konsumsi berlebihan dapat dijelaskan melalui internalisasi nilai zuhud, keadilan, dan tanggung jawab sosial, yang secara perilaku membatasi bias keserakahan (greed bias) dan short-termism. Dengan demikian, ekonomi syariah tidak menolak temuan ekonomi perilaku modern, tetapi mengintegrasikannya dengan nilai-nilai Islam untuk membentuk perilaku ekonomi yang lebih stabil, etis, dan berorientasi jangka panjang (Dusuki & Abozaid, 2025).
No Responses