PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT MINORITAS

Penulis: Hernawan Syahputra Lubis, MA., dkk
ISBN: 978-623-6763-63-6
Hal: vi + 76
Ketebalan: 0,3 cm
Stok: Kosong
Sipnosis:
Pendidikan karakter juga menjadi sangat penting karena bertujuan untuk pembentukan karakter yang terwujud dalam kesatuan esensial si subjek dengan perilaku dan sikap hidup yang dimilikinya. Pendidikan karakter dapat menjaga dan menguatkan kembali karakter dan jati diri bangsa yang dibalut nilai-nilai budaya luhur dari kearifan budaya lokal yang hidup dan berkembang di Indonesia. Kearifan lokal atau local wisdom dimaksud yang kaya dengan nilai-nilai pluralitas, toleransi serta gotong royong, yang sekarang ini telah berubah wujud menjadi hegemoni kelompok-kelompok baru yang saling menyalahkan dan mengalahkan. Karena pelaksanaan pendidikan karakter hanya diserahkan kepada guru agama saja. Maka wajar hingga saat ini pendidikan karakter belum menunjukkan hasil yang optimal. Hal ini terbukti dari fenomena sosial yang menunjukkan perilaku yang tidak berkarakter.
Perilaku yang tidak berkarakter itu misalnya sering terjadinya tawuran antar pelajar, adanya pergaulan bebas, dan adanya kesenjangan sosial-ekonomi-politik di masyarakat, kerusakan lingkungan yang terjadi di seluruh pelosok negeri, masih terjadinya ketidakadilan hukum, kekerasan dan kerusuhan, dan korupsi yang mewabah dan merambah pada semua sektor kehidupan masyarakat, tindakan anarkis, konflik sosial. Masyarakat Indonesia yang dahulu terbiasa santun dalam berprilaku, musyawarah mufakat dalam menyelesaikan masalah, mempunyai kearifan lokal yang kaya dengan pluralitas, serta bersikap toleran dan gontong-royong kini mulai cenderung berubah menjadi hegemoni kelompok-kelompok yang saling mengalahkan dan berperilaku tidak jujur.
Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat sangat dibutuhkan untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlaq mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Salah satu cara melestarikan kearifan lokal ini, adalah dengan mengintegrasikan nilai kearifan lokal didalam pembelajaran di sekolah atau yang sering disebut dengan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal. Terutama masyarakat karo mempunyai sistem adat istiadat ter-tentu yang bersumber pada Rakut Sitelu (Anak Beru, Senina, dan Kalimbubu). Rakut Sitelu merupakan dasar hidup suku Karo, setiap suku Karo wajib bertindak menurut aturan adat istiadat yang berazaskan Rakut Sitelu dalam penyelenggaraan upacara Adat.
One Response
[…] Pendidikan Pendidikan Agama Islam Peradaban Islam Dalam Arus Globalisasi Islamisasi Ilmu Pengetahuan Keunikan […]